IBM Indonesia Giat Beri Edukasi Tren Teknologi ke Kampus

090375000_1520409700-ibm-01
Country Manager Global Business Partner IBM Indonesia Novan Adian, Ketua Departemen Akuntansi FEB UI Ancella A. Hermawan, Staf pengajar Departemen FEB UI dan koordinator mata kuliah auditing Agung Nugroho Soedibyo. Liputan6.com/ Andina Librianty

International Business Machines Corporation (IBM) akan bekerja sama dengan lebih banyak universitas di Indonesia, termasuk negeri dan swasta, untuk menyiapkan generasi muda agar dapat menghadapi berbagai tantangan di era teknologi yang terus berkembang.

Kerja sama dengan sejumlah univesitas tersebut diharapkan akan terealisasi pada tahun ini.

“Saat ini sudah ada pembicaraan dengan kampus-kampus lain, tapi saya belum bisa sebutkan apa saja. Namun yang pasti, ada beberapa dari universitas negeri top di Indonesia, juga swasta.” tutur Country Manager Global Business Partner IBM Indonesia, Novan Adian di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (7/3/2018).

IBM Indonesia sendiri baru saja menjalin kerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) melalui pembukaan kelas big data dan komputasi kognitif sebagai mata kuliah tambahan.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan untuk beradaptasi dalam dunia ekonomi digital yang telah banyak mengubah proses bisnis

“Sistem komputasi kognitif merupakan era baru komputasi, dan kami telah melihat meningkatnya tuntutan terhadap teknologi tersebut di berbagai industri. Setiap profesi yang tengah disiapkan oleh para pelajar akan ditransformasi oleh big data dan sistem-sistem kognitif,” kata Novan.

Belum Bisa Pastikan Univeritas Lain yang Dipilih

 Untuk kerja sama dengan universitas lain, Novan belum bisa memastikan subjek yang akan dipilih. “Bisa bermacam-macam (mata kuliah). Sekarang eranya sudah bicara soal analisis, kognitif, big datadan lainnya. Kami akan sesuaikan dengan itu semua. Mungkin saja tahun depan akan berbeda,” jelasnya.

Selain universitas, IBM juga menjalin kerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan memiliki tujuan yang sama. Bentuk kerja sama, kata Novan, tidak hanya dalam bentuk mata kuliah saja, tapi juga melalui workshop.

“Saat bekerjasama, kami akan lihat sumber daya kami juga. Kami yakin apa yang kami lakukan di dunia akademis akan berbalik kepada kami, ada keuntungannya juga bagi kami. Tentu dalam melaksanakannya, kami akan lihat sumber daya kami juga. Jangan terlalu banyak karena kami ingin fokus dan mendalam,” ungkap Novan.

(Din/Ysl)

Sumber: Liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *