Startup Fintech Lending Ditarget Jadi Unicorn Selanjutnya di Indonesia

1515242984
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara saat ditemui di Menara BTPN, Kuningan, Jakarta, Rabu (7/3/2018).(KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTO)

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menargetkan, pada tahun 2019 mendatang ada startup atau perusahaan rintisan digital yang masuk kedalam kategori unicorn dari sektor financial technology.

Adapun unicorn merupakan sebutan yang disematkab pada startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari 1 miliar dollar Amerika Serikat (AS).

Saat ini Indonesia memiliki empat perusahaan startup yang menyandang gelar tersebut yakni, Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak.

“Di Indonesia belum ada unicorn ( fintech), kami berharap unicorn yang akan datang itu apakah yang ke enam, optimisnya yang ke enam, itu adalah dari fintech,” ujar Rudiantara saat ditemui di Menara BTPN, Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Menkominfo menjelaskan, dalam mendukung dunia fintech, pihaknya terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait persoalan regulasi.

“Saya bicara dengan Pak Wimboh Ketua Dewan Komisioner OJK, bagaimana memberikan ruang untuk lebih inovasi, jadi bukan diatur ketat, tidak boleh diatur ketat, harus dibuka ruang untuk inovasi, harus dipermudah, semuanya dipermudah permudah permudah,” kata Rudiantara.

Selain itu, disamping kemudahan dalam mendorong ekosistem sektor fintech pihaknya juga tetap memprioritaskan persoalan keamanan konsumen. “Pada saat operasi harus ada perlindungan kepada masyarakat,” ungkap Rudiantara.

Menurutnya, dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini, persaingan industri fintech semakin terbuka lebar, terlebih negara-negara maju seperti Amerika Serikat terus memacu pertumbuhan industri fintech.

“Indonesia berkompetisi dengan negara negara lain, kalau misalkan payment sistem, semua yang berkaitan dengan digital di bidang layanan keuangan itu makin progresif, kita makin bisa bersaing dengan negara lain,” ujar Rudiantara.

Akan tetapi, Rudiantara enggan menyebutkan nama startup yang diprediksi dapat menjadi unicorn fintech asal Indonesia pada tahun 2019 mendatang.

“Saya belum bisa sebut namanya, fintech yang paling besar volume Gross Merchandise Value (GMV) atau total transaksi penjualan, itu yang peer to peer lending, saya kasih klunya itu aja, dia sudah triliun satu tahun,” paparnya.

 

Sumber: Kompas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *